Penulis: mofar

Tutorial Jadi Anak Gaul 2025: Harus Nyasar di Dunia Nyata Dulu

Tutorial Jadi Anak Gaul 2025: Harus Nyasar di Dunia Nyata Dulu

Ada ya? Tutorial Jadi Anak Gaul 2025? Sebelum kamu bisa disebut “anak gaul generasi terkini,” kamu harus melewati satu ujian berat: nyasar di dunia nyata. Bukan nyasar di Google Maps atau nyasar di TikTok FYP orang lain—tapi nyasar…

lanjut baca »

Mengapa Menulis dan Blogging Masih Penting dan Potensial di Era Digital

Mengapa Menulis dan Blogging Masih Penting dan Potensial di Era Digital

Mengapa Menulis dan Blogging Masih Penting dan Potensial di Era Digital, Era Serba Cepat ini? Di era media sosial yang serba cepat, di mana orang lebih banyak menghabiskan waktu di TikTok, Instagram, atau Twitter/X, muncul pertanyaan: apakah menulis di…

lanjut baca »

Kisah Margaret, Mimpi dari Timur: Dari Anak Kuli ke Mahasiswi UI

Kisah Margaret, Mimpi dari Timur: Dari Anak Kuli ke Mahasiswi UI

Kisah Margaret – Di sudut timur Indonesia, jauh dari gemerlap Jakarta, ada seorang remaja bernama Margaret yang membuktikan bahwa harapan bisa tumbuh bahkan di tanah paling keras. Ia bukan anak pejabat, bukan anak orang berada. Ia anak dari…

lanjut baca »

Kenapa Menulis di Blog Pribadi Masih Penting di Era Media Sosial

Kenapa Menulis di Blog Pribadi Masih Penting di Era Media Sosial

Di tengah scroll tanpa henti, blog adalah tempat kita berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan. Hari ini, hampir semua orang menulis—atau setidaknya memposting. Caption Instagram, utas Twitter, story WhatsApp, komentar TikTok. Kita berbagi, bereaksi, dan berlomba jadi relevan. Tapi…

lanjut baca »

Refleksi Kemerdekaan 17 Agustus 2025: Menyulam Indonesia Emas dari Epistema dan Asa Rakyat

Refleksi Kemerdekaan 17 Agustus 2025: Menyulam Indonesia Emas dari Epistema dan Asa Rakyat

17 Agustus bukan sekadar tanggal. Ia adalah gema sejarah, panggilan nurani, dan janji yang belum selesai. Prolog: 80 Tahun Indonesia Merdeka Tahun 2025 menandai 80 tahun Indonesia merdeka. Sebuah usia yang bukan hanya matang, tetapi juga sarat makna….

lanjut baca »

Ketika Rasa Cukup Mulai Retak: Menyusun Ulang Narasi Diri

Ketika Rasa Cukup Mulai Retak: Menyusun Ulang Narasi Diri

Ada masa dalam hidupku ketika segalanya terasa cukup. Aku hadir di tengah keluarga, menyapa sanak saudara, ikut tertawa dalam obrolan ringan di acara mantenan, atau sekadar duduk diam di sudut rumah duka sambil mengirim doa. Kehadiran sosial itu…

lanjut baca »

Dari Agustus ke Pasadena: Sebuah Nostalgia Parade di Layar TVRI

Dari Agustus ke Pasadena

Bulan Agustus selalu membawa suasana yang berbeda di Indonesia. Begitu kalender bergeser dari Juli ke Agustus, hawa kemerdekaan mulai terasa. Jalan-jalan dipenuhi warna merah putih. Gapura di kampung dihiasi janur, kain berwarna, dan umbul-umbul yang bergoyang tertiup angin…

lanjut baca »

Menemukan Harmoni dalam Kekacauan: Seni Hidup Rimbun

Menemukan Harmoni dalam Kekacauan

Bagaimana Menemukan Harmoni dalam Kekacauan? Artikel berikut adalah sebuah hasil diskusi mendalam berdasarkan data-data dan pengalaman. Hehe… Sebagai pengingat pribadi saya, agar selalu bisa menemukan harmoni dalam hidup. Semoga juga bermanfaat untuk Anda. Ada satu hal menarik yang…

lanjut baca »

“Suling Emas” dan Nada-Nada Takdir: Sebuah Refleksi dari Dunia Persilatan

“Suling Emas” dan Nada-Nada Takdir: Sebuah Refleksi dari Dunia Persilatan

Apa makna sebuah pusaka? Apakah ia hanya benda sakti, atau sebuah simbol yang mengikat takdir? Di dunia cersil Kho Ping Hoo, pusaka tak pernah sekadar alat tempur. Ia bisa menjadi warisan luka, cermin kebijaksanaan, bahkan penentu nasib banyak…

lanjut baca »

Cara Menentukan Pilihan Terbaik: Antara Hati, Doa, dan Data

Cara Menentukan Pilihan Terbaik

Dalam hidup ini, kita dihadapkan pada rangkaian pilihan. Mulai dari hal kecil seperti memilih kopi atau teh, hingga hal besar yang menentukan arah masa depan. Meski tampak sepele, keputusan adalah titik balik. Sebuah pilihan bisa membuka jalan atau…

lanjut baca »